√ The Lailatul Qadar Seekers - Muhammad Faruq

The Lailatul Qadar Seekers

Ga kerasa yah, udah 18 ramadhan aja. Kata-kata legend yang muncul seakan-akan ia yang berkata seperti itu hilang dari muka bumi sehingga tidak merasakan tujuh belas hari sebelumnya. Itu artinya kita umat islam sudah melewati peristiwa Nuzulul Quran tadi malam. Dan dalam ± 2 hari lagi kita akan dipertemukan dengan sepuluh hari yang satu malam diantara sepuluh malam nya akan kerasa seperti seribu bulan. Satu malam itu akan terjadi secara random dalam sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan. Tapi, jangan samakan seperti nge gacha sepuluh hero type umum yang didalamnya terdapat sebuah hero type epic yang dimana chance rate mendapatkannya adalah 0.1 %. Ibaratkan satu malam itu sama seperti satu kali gacha. Berarti kalau sepuluh malam sama seperti sepuluh kali gacha. Jika chance rate hero epic itu 0.1 % untuk sekali gacha, dan jika sepuluh kali gacha itu chance rate nya naik menjadi 1 %, berarti chance rate setiap 1 buah dari 9 buah hero umum itu memiliki chance rate 11% dan jika ada 9 hero umum berarti naik lagi menjadi 99%. Hanya ada 1% chance rate untuk mendapatkan hero epic diantara 99 % chance rate untuk mendapatkan hero umum. Lihat, betapa pentingnya penjelasan diatas ::). Jadi, walaupun satu malam itu terjadi secara random di sepuluh malam terakhir bukan berarti chance rate untuk mendapatkannya hanya 1% saja. Kita pasti mendapatkannya 100% tetapi kita tidak tahu apakah kita sedang di malam itu atau tidak. 


...

Rasulullah bersabda:

" Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) 10 hari terakhir bulan Ramadhan "

(HR Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

...


Itu artinya malam Lailatul Qadar terjadi diantara malam ke- 21, 23, 25, 27, 29 di bulan Ramadhan.

 

So, hentikan permainan mu sejenak, istirahatkan jarimu sebentar, tinggalkan dulu duniamu, mari mencari malam itu bersamaku

 

Kalau dipikir-pikir sangat disayangkan sekali jika malam ini kita lewatkan dengan kegiatan yang duniawi. Umur kita saja belum tentu sampai 80 tahun sedangkan jika kita mengerjakan amal ibadah pada saat itu, sama halnya kita mengerjakan amal ibadah selama 80 tahun bahkan lebih. Jadi, alasan apa yang tepat untuk tidak berusaha mencari malam yang lebih baik dari seribu bulan ini? 



Gua tinggal di kampung, dan ternyata kampung gua dengan kampung-kampung yang diceritakan orang-orang di sosmed itu berbeda. Dimana jika ramadhan, bocil bocil di kampung gua tidak pernah melakukan perang sarung, main petasan eee masih ada lah walaupun ga banyak, bangunin sahur, bangunin putri salju dari tidurnya, dan makan siang. Entah kampung gua ga support permainan perang sarung atau memang kampung gua ga ada player yang mau perang sarung. Gua ragu apakah gua memang tinggal di kampung. Meskipun begitu pasti ada bahkan banyak hal-hal yang akan gua rindukan ketika ramadhan telah dilewati dan semoga kita bisa sampai di ramadhan berikutnya. Aamiin


Kembali ke Lailatul Qadar, jadi walaupun kita tidak tahu itu jatuh pada tanggal berapa, yang pasti kita harus banyak banyak berbuat amal shaleh / beribadah kepada Allah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir. Untuk antisipasi saja, mari kita maksimalkan di setiap malamnya toh kita ga rugi kok kalau berbuat amal shaleh / beribadah ketika bukan di malam Lailatul Qadar.


Kalau dilihat dari judul, itu adalah julukan yang gua kasih untuk pencari malam Lailatul Qadar. Daaan ya, julukan itu cuma trial selama sepuluh hari terakhir, jika sepuluh hari terakhir itu sudah berakhir maka julukan itu hilang bersama dengan berakhirnya ramadhan. 


Jadi, jika 20 hari sebelumnya kita masih banyak bermain-main, maka di sepuluh malam terakhir sebaiknya dihentikan. Itu lah mengapa tadi gua cerita sedikit tentang kampung gua, dan Alhamdulillah di kampung, gua dan kawan-kawan ga pernah main perang sarung ataupun main petasan, tetapi diganti dengan yang lebih parah lagi, yaitu game. Biasanya gua dan kawan-kawan sehabis tarawih itu duduk bentar dulu, setelah itu baru tadarusan. *tadarus yang gua maksud disini berarti ngaji di musholla menggunakan mic dan bergiliran*. Dan bodohnya gua, ketika giliran gua selesai itu gua langsung buka HP dan main game bukannya menyimak bacaan kawan-kawan yang lain dimana kegiatan itu lebih bahkan sangat jauh bermanfa'at daripada bermain game. -Game-, akan berlangsung lama untuk kita memainkannya. LowBat? tidak menutup kemungkinan untuk bermain sambil nge cas. Kuota abis? ada aja kawan yang baik hati mau hotspot in biar bisa mabar. Jaringan lelet? nggak semua game itu Online. Dan hal itu gua lakuin sampe gua nulis tulisan ini. Dan juga itu lah mengapa gua bilang main game lebih parah dari perang sarung. -Perang Sarung-, simple. Cape? selesai. Nangis/Berantem + Baperan? selesai dan ga akan pernah main lagi. 


Jika itu terjadi di 20 malam sebelumnya, maka harus ada perbedaan yang lebih baik di 10 malam terakhir. Yang tadinya main game setelah shift tadarusnya selesai, sekarang malah lebih sering menyimak bacaan. Yang tadinya ga bangun shalat malam, sekarang malah bangun shalat malam. Yang tadinya ga makan siang, sekarang juga tetap ga makan siang lah!!! 


Terakhir... 


For seekers of Lailatul Qadar, I hope we all get it!!!, aamiin-other Lailatul Qadar Seeker



Get notifications from this blog